Tak terhitung banyaknya hamba yang taat, Menjerit dalam doa sehingga kabut ketulusan membubung ke langit.
Dan dari rintihan penyesalan dosa, Naik wewangian melampaui atap langit.
Sehingga para malaikat yang patuh memohon kepada
Rabb, seraya berkata,
"Wahai Engkau yang menjawab semua doa, Wahai Engkau yang perlindungannya didambakan. Seorang hambaMu yang taat tengah memohon dengan berendah hati, Tak digantungkannya harapan kecuali kepadaMu. Engkau Sang Penganugerah limpahan bahkan kepada mereka yang asing padaMu(bukan islam), turut memperoleh, mengharap dan mendapat dambaannya dariMu."
Rabb bersabda, "Bukanlah kerana dia tercela, sehingga anugerahKu baginya ditunda. Akan tetapi penundaan itu adalah sebuah bantuan๐.
Kebutuhannya membawa dia dari kelalaiannya kepadaKu, Kebutuhannya menjadikan dia dari alpa kepada taat.
Seandainya langsung Ku penuhi keperluannya, segera dia berbalik, tenggelam kembali dalam permainan hidupnya.
Walaupun dia merintih, dari kedalaman jiwanya: "Wahai
Rabb, Sang Maha Pelindung, "biarlah dia menangis dengan hati patah dan dada terluka.
Aku senang mendengar rintihannya,
"Wahai Rabb," dan do'a yang dia rahasiakan(hamba)
Dan bagaimana dalam permohonan dan beralasan kepada Ku, akan dia ajukan aneka/bermacam bujukan, bahkan cuba memperdaya dan memaksa.
Orang memasukkan burung nuri dan bulbul ke dalam kandang yang bagus, untuk mendengar keindahan suara dan nyanyian mereka.
Itu tak dilakukan orang terhadap burung hantu atau gagak.
Atau, seperti kisah dua orang yang pergi menemui seorang pembuat roti, yang pertama seorang yang tua dan buruk rupa, yang ke dua seorang pemuda tampan, yang elok wajahnya disukai sang tukang roti.
Ke duanya meminta roti, Sang tukang roti segera memberi si tua buruk rupa sepotong roti tak beragi, lalu langsung menyuruh dia pergi.
Tapi apakah dia akan juga segera memberi roti pada sang pemuda yang ketampanan dan elok wajahnya yanh dia sukai? Tidak! malah dia akan menahannya.
Dia akan berkata, "duduklah sebentar, kau takkan rugi sedikit pun, roti segar yang baru tengah dibakar."
Lalu, ketika sudah matang, dan roti panas dansegar dihidangkan kepadanya, sang tukang roti akan berkata, "tunggulah sebentar lagi, halwa segera dihidangkan."
Begitulah dia suka menahan sang pemuda, dan secara tersembunyi menjadikan sang pemuda sasaran perhatiannya.
Seakan berkata, "Aku punya urusan penting yang perlu kita bicarakan, keraa itu tunggulah sebentar, wahai wajah elok rupawan."
Ketahuilah dengan yakin, inilah sebab mengapa mereka yang beriman, menjumpai berbagai kekecewaan ketika memohonkan kebaikan dan menghindari kejahatan.