Rabu, 29 April 2020

PILIHAN 🤍

Sebagian kita betah berada di rumah, sementara yang lainnya senang bepergian.

Hening menyepi di gunung, nyaman bagi sebagian orang, tapi membosankan buat yang lain.

Setiap kita diciptakan untuk sebuah amal tertentu, dan hasrat akan amal itu ditaruh dalam hati kita.

Tak mungkin tangan dan kaki bekerja tanpa digerakkan hasrat.

Jika kau dapati hasratmu mengarah ke Langit, kepakkan sayapmu dan jangkaulah.

Tapi jika hasratmu mengarah pada sesuatu di bumi, teruslah rintihkan permohonan ampun.

Orang bijak menangis, pada bagian awal jalan; sementara orang bodoh menyesal pada bagian akhir.

Cermati baik-baik sejak awal, akhir seperti apa yang kau hasrati, sehingga tak ada penyesalan pada Hari Perhitungan.

PENILAIAN ITU, PADA HATI 🤍

Harta tak langgeng. Datang di pagi hari, terserak ke berbagai penjuru ketika malam tiba.

Kecantikan ragawi tak abadi. Pipi memerah mawar langsung pucat ketika tergores duri.

Keturunan ningrat hampa nilainya. Banyak yang jadi dungu keranaa kemewahan. Tak terhitung anak kaum ningrat mempermalukan penghulu mereka kerana akhlak buruk.

Mereka yang berbakat juga tak selalu dapat diandalkan. Walau tampak gemilang dan mengagumkan ambilah contoh dari kisah iblis.

Iblis sangat pandai, tapi kerana cintanya tak murni, tak dilihatnya pada diri Adam, kecuali sebongkah tanah liat.

Isnin, 27 April 2020

PANGKAT DI DUNIA 🤍

Mesti berapa lama lagi, kudapati diriku terantai dalam penjara ini, terantai ke dunia ini.

Telah tiba saatnya kuraih kesejatian hidup; dan aku bergerak, berderap, menuju ke kemurnian.

Jika aku bisa tersucikan, dan terbersihkan dari kotoran, seterusnya tiada yang kucari kecuali Dia semata.

Ketika aku diciptakan, telah disediakan untukku semesta dan istana, sungguh aku ingkar jika kuterima jabatan hanya sebagai seorang penjaga pintu.

Jika ku berhasil mengubah sikap seperti penjaga pintu ini, jika ku berhasil mengembalikan akalku kepada kesejatiaannya, bahagia kan datang menggantikan kesedihanku.

Wahai Qalb, mengingat ini tentang kita berdua semata, tentang warta yang datang padamu di tengah malam, akan kuikuti pesan itu, sebagaimana yang kau pahami.

Jika nanti sayapku telah kembali tumbuh menggantikan kakiku yang lamban, semua halangan kan kulewati, kembali ku akan mengangkasa, kutembus ruang dan waktu💔

Ahad, 26 April 2020

DI SEBALIK KESAKITAN UJIAN 🤍



Ketika rasa sakit memasuki hati, dan menyergap rasa senangmu, ketahuilah, ia sedang menyiapkan jalan bagi datangnya kebahagiaan.

Cepat sekali rasa sakit menyapu bersih semua rasa lainnya, mengusir mereka keluar dari ruang hati, hingga tiba saat bahagia mendatangimu dari Sumber Kebaikan.

Ia merontokkan semua daun layu dari cabang ranting hati, agar daun segar dapat tumbuh.

Ia mencabut akar tua kesenangan, sehingga keriangan yang baru dapat berkunjung dari ke-Tiada-an.

Rasa sakit di hati membongkar akar kesenangan yang lapuk dan busuk, sehingga tiada kepalsuan tersembunyi.

Rasa sakit mencuci bersih hatimu, agar hal yang lebih baik dapat hadir menggantikannya.

🥀

Ahad, 19 April 2020

TERSENTAK, DARI SEBUAH MIMPI 🤍

Yang berpanjang angan itu seperti orang tuli. Sering didengarnya tentang kematian, tapi itu tak membuatnya sadar tentang kematiannya sendiri, atau bersiap menghadapi ajalnya.

Tamak membuat orang buta. Kelemahan orang lain dicermati dengan teliti, lalu disiarkan kemana-mana, seraya sedikit pun tak menyadari kelemahan dirinya sendiri.

Alangkah anehnya, jika ada orang telanjang tapi takut bajunya robek.

Pencinta dunia itu orang rudin dan ketakutan, sejatinya tak sesuatu pun dimilikinya, tapi dia takut hartanya disasar pencuri.

Orang lahir dengan polos dan pergi dengan telanjang, diantara dua kejadian itu, kehidupan dunia dilaluinya dengan cemas, takut hartanya hilang.

Saat saat ajal tiba, ketika ratusan orang meratap, jiwanya sendiri mentertawakan ketakutannya.

Ketika itu, pecinta dunia baru sadar: tak sedikit pun dia miliki emas-permata, demikian pula, seorang yang cerdik sekali pun, tahu dia tak bisa menyiasati.

Amatilah anak kecil yang bermain uang-uangan dari pecahan tembikar: ketika pangkuannya penuh, gemetaran dia karena girang-hati seakan itu uang yang asli.

Jika kau ambil sepotong, dia merengek, jika kau kembalikan, segera dia tertawa.

Anak kecil belum memiliki pengetahuan, karenanya, rengekan atau derai tawanya hampa makna.

Seperti itu lah pencinta dunia, yang menyangka apa-apa yang dipinjamkan sebagai miliknya sendiri: dia gemetar, cemas, meratapi kekayaan palsu.

Dia bermimpi: cemas, gemetaran. disangkanya harta duniawi pinjaman sebagai miliknya sendiri.

Ketika sang Maut menyentak keluar jiwanya, membangunkannya dari tidur panjang, didapatinya ketakutannya selama ini sedikit pun tak berarti.

Gemetaran pula seorang yang terpelajar, yang kuasai aneka ilmu dan paham banyak hal tentang dunia ini.

Tentang kaum cendekiawan yang mapan dalam ilmu-ilmu tentang dunia ini, al-Qur'an menyatakan, "mereka tidak memahami."

Mereka selalu takut orang lain menyita waktunya; mereka anggap telah menguasai ilmu yang banyak.

Sering mereka berkata, "orang-orang itu menyita waktuku;" padahal sejatinya, berlalunya waktu tak membawa manfaat kebaikan bagi diri mereka sendiri.

Atau mereka katakan, "orang banyak telah mengalihkanku dari pekerjaanku yang sangat penting;" (seraya tak disadarinya) jiwanya sendiri kaku, tak mampu bergerak.

(Mereka bagaikan) orang yang telanjang sambil ketakutan dan berkata, "aku memakai jubah yang panjang, aku harus menghindari mereka yang tak hentinya menarik-narik jubahku."

Mereka hafal rincian ratusan-ribu data, yang terkait dengan aneka pengetahuan dunia; tapi sejatinya bodoh, karena tak mereka kenali jiwa mereka sendiri.

Mereka pahami kekhususan aneka macam dzat, tapi mengenai hakekat diri mereka sendiri, mereka sama dungunya dengan seekor keledai.

Mereka nyatakan, "aku tahu apa yang dibolehkan dan apa yang dilarang" tapi pengetahuannya tentang apa yang boleh, dan apa yang dilarang bagi diri mereka sendiri, hanya berdasarkan prasangka atau kebodohan semata.

Wahai yang merasa mengetahui tentang mana yang halal dan mana yang haram; sudahkah kau pertimbangkan baik-baik mengenai dirimu sendiri--apakah termasuk yang halal, ataukah yang haram?

Bukankah suatu kebodohan, jika kau ketahui harga bermacam barang dagangan, sementara nilai dirimu sendiri tak kau ketahui?

Engkau pahami pengetahuan tentang bintang-bintang: mana yang membawa kabar keberuntungan, dan mana pembawa kabar buruk; tapi kau tak pernah berupaya menelisik, sebenarnya engkau itu termasuk yang beruntung, atau sebaliknya? Jiwamu belum tersucikan dan karenanya kau sering bernasib buruk.

Kusampaikan disini inti tujuan ilmu sejati: agar kau ketahui siapa sesungguhnya dirimu pada Hari Perhitungan.

Kau telah akrabi asal-usul ad-Diin, kini saatnya kau tengok dan cermati jiwamu yang berada di dalam dirimu sendiri-- apakah telah indah?

Wahai insan, jiwa yang telah tersucikan adalah modal dasar yang menjadi landasan, dalam mengamalkan ke dua warisan Rasulullah; sampai kau di-Rahmati dengan pengenalan akan hakekat dirimu sendiri.

AMANAH, ADAKAH KAMU MANFAATKAN SEBAIKNYA? 🤍

Pada Hari Kebangkitan, al-Haqq akan bertanya, "Telah Kuberikan kesempatan untukmu, apa yang kau bawa untuk-Ku? Dengan amal apakah kau jelang ajalmu?

 Untuk keperluan apa, makanan dan kekuatanmu dihabiskan? Kilau dimatamu, kemanakah telah engkau redupkan? Kemanakah dicurahkannya ke lima pacaindera mu?

 Telah engkau habiskan penglihatan, pendengaran, kecerdasan dan daya ilahiah murni yang kau warisi, Apa yang telah kau peroleh dari bumi?

 Telah Ku-beri engkau tangan dan kaki, sebagai cangkul dan bajak untuk mengolah lahan amal-shaleh. Tidaklah tangan dan kakimu itu mewujud sendiri."

Moga moga Hafalan mu menjadi saksi kemanfaatan, Yang bisa kau jawab bila bertemu illahi

Doakan diri ini😢

KITA BERTUHAN 🤍

Kadang terdetik hati untuk membalas,
Meronta untuk keluarkan kata kata yang menyakitkan,
Memberontak untuk memberi kejahatan yang setimpal,
Kurung manusia yang suka melukakan hati orang lain.

Tapi Aku sedarkan diri.
Yang layak membalas itu Allah,
Yang Maha membalas itu Allah,
Yang Maha Adil itu Allah. 

Dan memberi ujian itu Allah.

Aku tak layak untuk menghukum, dan lebih lebih lagi untuk mengadili. Kerana Aku tak tahu pengakhiran mereka nanti, Mungkin lebih baik dari aku sendiri.

Aku hanya mampu maafkan berulang kali, Dan doakan yang terbaik untuk mereka.

Bukan Aku lemah. Tapi aku hidup kerana Allah.

Ahad, 22 Mac 2020

YA SYABAB, TUNDUKKAN PANDANGAN 🤍

✨ Berapa Ramai Wanita cantik yang Kamu Lihat Hari Ini? 🌸✨
(renungkan kisah orang soleh~😎)

HASAN BIN SINAN adalah seorang ulama' yang warak. 
Suatu hari, dia keluar rumah untuk berjumpa dengan temannya. Untuk sampai ke situ, dia akan melalui jalan dan tempat yang ramai orang. 
-
Setelah balik ke rumah, Isterinya menyambutnya di muka pintu dan bertanya,
"Berapa ramai wanita cantik yang kamu lihat hari ini? "
-
Hasan tidak menjawab kerana soalan seperti itu memang tidak perlu dijawab. 
-
"Berapa ramai wanita cantik yang kamu lihat hari ini?" Isterinya bertanya lagi.
-
Hasan tetap diam. Setelah ditanya untuk beberapa kali lagi, Hasan menjawab dengan nada sedikit tinggi, 
"Kenapa kamu bertanya begitu?  Aku tidak melihat apa apa pun hari ini sejak keluar dari rumah ini sehingga balik semula kecuali melihat ibu jariku."

Sabtu, 21 Mac 2020

KEMATIAN ORANG SOLEH 🤍

Jiwamu kan terbang, Melesat tinggalkan penjara sempit, Menembus langit demi langit, Kau masuki suatu kehidupan baru, Tinggalkan hidup yang ini. Takkan pernah lagi kau merasa bosan.

-
Jika sebelumnya kau kenakan raga yang bagaikan seragam seorang hamba sahaya, Kini kau tampil sangat bergaya. Dengan yang dijanjiNya
-
Bagimu kematian adalah kehidupan, Yang jika dibandingkan dengannya, kehidupan ini bagaikan kematian. Mereka yang terhijab takkan paham.
-
Semua jiwa yang tinggalkan raga, Tetaplah hidup. Namun tersembunyi jiwa yang tersucikan itu indah, Bagaikan malaikat.
-
Ketika raga menua dan ambruk, Janganlah engkau meratap.

Sadarilah, Selama ini engkau terpenjara  Ketika kau temukan jalan untuk lolos, dari sel di dasar sumur, engkau tegak, gagah dan ningrat, bagaikan seorang Jusuf🌾

Rabu, 4 Mac 2020

DOSA MULUT🤍

🗣Mengumpat dan Cakap Belakang!
-
Nak tahu hati kita busuk ke tak, Simple je. Kalau kita selalu mengumpat dan memburukkan orang, sebenarnya hati kita busuk.
-
Ibn Athaillah menyebut dalam kitabnya Bahjah Annufus:

“Wahai saudaraku, Jika engkau ingin menguji kebersihan hati seseorang, Cuba sebutkan kehidupan seseorang yang tidak bersamamu di hadapannya. Kemudian, perhatikan bagaimana tindak balasnya.
-
Andai tindak balasnya ialah menyebut keburukannya, Menyebut aib-aibnya, Serta mengingkari kebaikannya, Dia jatuhkan martabat orang tersebut, Dia makan dagingnya, Dia mencela orang tersebut dan terus menyatakan keburukan orang tersebut.
Andai itu yang dia ungkapkan, ketahuilah bahawa hati orang itu sedang SAKIT, Tidak mengenal Allah. Dan dia tak tergolongan di kalangan orang yang soleh dan bersih!!”

♡Ibn Athaillah♡
-
Moga Allah jauhkan kita dari Mengumpat, Memburukkan orang, Fitnah, Bukak aib orang dan yang sama waktu dengannya. Ameen Allahumma Ameen🤲.

Sabtu, 29 Februari 2020

HASAD 🤍

Hasad dengki ini penyakit batin yang boleh berlaku ke atas sesiapa pun, Melainkan mereka yang ma'shum dan yang mahfuz.
-
Dan hasad dengki ini biasanya berlaku sesama sekufu mereka. Seperti Pelajar dengki dengan Pelajar, Peniaga dengki dengan Peniaga, Dato' dengki dengan Dato', Pelakon dengki dengan Pelakon, Ustaz dengki dengan Ustaz, ahli Politik dengki dengan Ahli Politik, dan begitulah seterusnya. Antum kiaskanlah,
-
Kata ulamak :

  ما يحسد المرء إلا من فضائله  

"Tidak dicemburui seseorang itu melainkan kerana memang ada kelebihan kelebihan pada dirinya". Dan lazimnya seseorang itu dicemburui kerana Ilmunya, Keadaannya, Keberaniannya, dan Kepemurahannya.
-
Diriwayatkan juga bahawa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :

 إن كل ذي نعمة محسود 

"Sesungguhnya tiap tiap orang yang mempunyai nikmat itu dihasad oleh orang akan dia".
-
Jadi, kalau nak taqdir kata ini disebabkan oleh hasad dengki, Memang boleh taqdir begitu. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang sebenarnya. 
-
Adapun kita, Maka kita tidak boleh menghukum seseorang itu dengan apa yang ada di hatinya. Hasad dengki itu penyakit beathin, Penyakit dalam hati seseorang. Kita tidak melihat apa yang ada dalam hatinya. Kita hanya dibenarkan menghukum dengan yang zahir sahaja.  
-
Jadi, Jika ingin bercakap dalam isu ini. Maka lihat apa yang zahirnya. Yang zahir di sini adalah terdapatnya ucapan daripada mereka dari sudut boleh menimbulkan kekeliruan kepada orang awam.  Dan atas dasar yang zahir ini, maka mereka dikenakan tindakan.
-
Adapun bagi mereka yang berhasad dengki itu, Maka kita katakan, Ittaqullah. Takutlah kamu kepada Allah. Ingatlah pesan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam:

 لا تحاسدوا ولا تقاطعوا ولا تباغضوا ولا تدابروا وكونوا عباد الله إخوانا

 "Janganlah kamu berdengki dengkian, Dan jangan kamu memutuskan silaturrahmi, Dan jangan kamu membelakangkan setengah kamu akan setengah yang lain ketika berjumpa, Dan jangan kamu berbenci bencian, dan jadilah kamu itu hamba Allah yang berkasih sayang dan bersaudara".
-
Dan hendaklah kita berasa bimbang dan selalu ingat pada hadits Nabi shallallahu 'alaihi wasallam :

  الحسد يأكل الحسنات كما تأكل النار الحطب 

"Hasad dengki itu memakan kebajikan sebagaimana api memakan membinasakan kayu api".
-
Jangan sampai pahala amal kebajikan kita binasa gara-gara sifat hasad dengki ini. Tinggalkan hasad dengki. Ini sifat mazmumah yang sangat keji. Jangan ada sifat ini dalam diri kita. Ini sifat kaum munafiq.
-
Kata Fudhail bin 'Iyadh rahimahullah :

المؤمن يغبط والمنافق يحسد : 

"Orang mukmin itu Yaghbit, Dan orang munafiq itu Yahsud". Bersaing secara sihat itu sifat orang beriman. Berhasad dengki itu sifat orang munafiq.
-
Sekian Khas Untuk diri aku Nur Habibi binti Abdul Rahman. Moga Allah ampunkan dosa🤲

TEMPAT YANG DULU RASA SELAMAT

 dulu, aku pulang tanpa fikir panjang, tanpa tapis cerita, tanpa takut jadi bahan esok hari. dulu, suara kau adalah tenang, pelukan kau adal...