Ahad, 30 Ogos 2020

[2:286] 🤍




Tak mungkin suatu semesta terpisah dari semesta semesta lain.
Tidak mungkin basah terpisah dari air, suatu langkah dari gerakan lainnya.
Takkan padam nyala api dengan api lainnya.

Wahai anakku, hatiku berdarah keraa cinta, jangan bersihkan darahku dengan darah yang lain.
Hanya matahari yang mampu hilangkan bayangan dengan hilang dirinya. Matahari memanjangkan dan memendekkan bayangan.

Maka, carilah kuasa ini dari Sang Matahari.
Kalaupun ribuan tahun kau cuba hindari, pada akhirnya, kan kau dapati bayangan senantiasa bersamamu.

Yang melayanimu adalah dosa dosamu,
Yang menolongmu adalah sakitmu dan rasa takutmu,
Nyala lilinmu adalah kegelapanmu, pencarian dan jelajahmu dari jerat rantaimu.

Hal ini kan ku jelaskan, hanya jika telah kuat hatimu,
Sebab jika remuk hatimu, takkan pernah ia pulih

Mestilah engkau miliki, dan sandingkan keduanya, Cahaya dan Kegelapan
Dengarkanlah anakku, bersujudlah dalam diam di hadapan Pohon Taqwa pada malam yang sunyi

Ketika dari pohon RahmatNya, Dia tumbuhkan untukmu sayap dan bulu, jadilah sesenyap merpati, jangan mendekur.

Ketika seekor katak masuk kedalam air, sang ular tak dapat mendengarnya, tapi saat ia menguak, ular jadi tahu dimana ia berada.

Walaupun sang katak berusaha menipu, dengan mendesis menirukan ular, suara aslinya yang parau tetap terdengar.

Sang katak hanya dapat selamat jika menutup mulut, dan diam di suatu sudut.

Mengadulah pada Allah,
“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.”
(Surah al Baqarah 2:286)

Tiada ulasan:

TEMPAT YANG DULU RASA SELAMAT

 dulu, aku pulang tanpa fikir panjang, tanpa tapis cerita, tanpa takut jadi bahan esok hari. dulu, suara kau adalah tenang, pelukan kau adal...